Dua Bobotoh Meninggal Panitia Didesak Untuk Dilakukan Proses Hukum

- Rabu, 22 Juni 2022 | 09:00 WIB
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat takziyah ke rumah salah satu Bobotoh yang meninggal saat menyaksikan Persib di GBLA (Bandung.go.id)
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat takziyah ke rumah salah satu Bobotoh yang meninggal saat menyaksikan Persib di GBLA (Bandung.go.id)

CIAYUMAJAKUNING.ID - Dua suporter Persib Bandung diketahui tewas saat hendak menyaksikan pergelaran Piala Presiden 2022 dalam laga Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), di Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/6/2022) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menegaskan kasus kematian suporter sepak bola di Indonesia sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

“Tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia. Kami mendesak agar pihak-pihak yang bertanggung jawab secara langsung atau tidak langsung atas kematian dua suporter di Stadion GBLA diseret ke ranah hukum. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara pidana,” ujar Huda tertulis, Rabu (22/6/2022).

Baca Juga: Miris 300 Sekolah SD di Kabupaten Cirebon Dalam Keadaan Rusak

Dalam kasus dua bobotoh tersebut, pihak berwajib harus memanggil para penanggung jawab pergelaran Piala Presiden 2022. Dia mengaku mendapatkan banyak laporan dari kelompok suporter terkait peristiwa menyedihkan tersebut.

“Mereka harus dimintai keterangan dan jika ada unsur kelalaian yang memicu tewasnya dua Bobotoh tersebut mereka harus dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang memicu hilangnya nyawa orang lain,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Huda menilai, kejadian tersebut diduga terjadi karena ada unsur kelalaian penyelenggara karena tampak tidak ada persiapan matang mengantisipasi ledakan jumlah penonton yang hadir dalam laga akbar tersebut.

Baca Juga: PNS Diberikan Cuti Satu Bulan Pegawai Swasta Hanya Dua Hari, Apakah RUU KIA Menjawab ?

“Kami menerima informasi terkait bobolnya stadion sejak sebelum pertandingan dimulai. Lalu ada ketidaksigapan Panpel saat terjadi kerumunan begitu rupa sehingga memicu korban jiwa,” katanya.

Halaman:

Editor: Devteo Mahardika Prakoso

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Skuter Listrik Permudah Jamaah Haji Lakukan Tawaf

Selasa, 28 Juni 2022 | 20:54 WIB
X