Kemendagri: Migrasi Siaran Digital ke Analog Indonesia Termasuk Lambat

- Minggu, 19 Juni 2022 | 07:40 WIB
Ilustrasi Set Top Box (kominfo.go.id)
Ilustrasi Set Top Box (kominfo.go.id)

CIAYUMAJAKUNING.ID - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) menyelenggarakan Sosialisasi Program Bantuan Set Top Box (STB), Jum’at (17/06).

Sosialisasi Program Bantuan STB yang digelar secara daring ini dihadiri 314 pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se Indonesia.

"Perpindahan siaran digital ke siaran analog Indonesia termasuk yang terlambat dilaksanakan," ungkap Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Yusharto Huntoyungo yang membuka secara resmi webinar.

Baca Juga: Siap-siap, Warga Miskin Indramayu Bakal Peroleh Set Top Box Gratis

Yusharto memaparkan Jerman telah lebih dahulu selesai melaksanakan migrasi analog ke digital tahun 2008, disusul Amerika Serikat pada tahun 2009.

"Sedangkan untuk negara di Asia, Jepang merupakan negara yang pertama selesai di tahun 2011, disusul Singapura dan Malaysia pada tahun 2019," papar Yusharto dalam sambutannya.

Thailand, imbuhnya, menyusul pada tahun 2020 dan Vietnam serta Tiongkok pada tahun 2021.

Baca Juga: Pembagian STB di Jawa Barat Melalui Kantor Pos

Ia menilai perlu adanya kerjasama dari semua pihak dalam rangka percepatan migrasi analog ke digital.

"Hal yang harus segera dilakukan adalah pendataan rumah tangga miskin (RTM) yang akan menerima bantuan STB," ucap Yusharto di akhir sambutan.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen PPI Kemkominfo) Ismail menyampaikan, di Indonesia baru 341 kabupaten/kota yang tercakup siaran analog.

Baca Juga: Cirebon, Kuningan dan Majalengka 15 April Nanti Akan Ada Pembagian STB Gratis, Yuk Segera Daftar !

"Sementara 173 kabupaten/kota lainnya belum tercakup siaran analog," ucapnya saat menjadi pembicara pertama.

Untuk melaksanakan proses migrasi, Ismail menambahkan, ada 4 hal yang harus diselesaikan bersama dengan stakeholder terkait yang salah satunya adalah perlunya penyiapan data jumlah RTM yang akan menerima STB.

"Dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang ada di Kementerian Sosial (Kemensos) terdapat 6,7 Juta RTM yang akan menjadi sasaran pemberian bantuan STB seluruh Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: Kominfo Bagikan STB Gratis Bagi Masyarakat Majalengka

Untuk 6.7 juta RTM, imbuh Ismail, sudah mendapatkan komitmen sebesar 4,2 juta STB dari penyelenggara TV swasta dan sisanya akan di siapkan oleh Kemkominfo.

Ismail menegaskan, STB ini dibagikan hanya untuk masyarakat miskin.

"Sehingga masyarakat yang tidak termasuk kriteria dapat membeli sendiri perangkat STB agar tetap bisa mendapatkan siaran TV Digital," tutupnya.

Baca Juga: Ratusan Petugas Damkar Kota Cirebon Ikuti Diklat dari Kemendagri

Sebagaimana untuk diketahui, dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran (PP Postelsiar), pada Pasal 72 angka 8 menyatakan bahwa migrasi penyiaran teresterial teknologi analog ke digital atau dikenal dengan Analog Switch Off (ASO) harus diselesaikan paling lambat dua tahun sejak diundangkan.

Dengan begitu, maka migrasi TV analog ke digital itu paling lambat terjadi pada 2 November 2022. ***

Editor: Noer Panji Prayitno

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Skuter Listrik Permudah Jamaah Haji Lakukan Tawaf

Selasa, 28 Juni 2022 | 20:54 WIB
X