• Selasa, 17 Mei 2022

Tips Puasa Apakah Bisa Diimbangi Dengan Diet ? Begini Caranya

- Minggu, 10 April 2022 | 02:00 WIB
Ilustrasi diet (Pixabay/@RyanMcGuire)
Ilustrasi diet (Pixabay/@RyanMcGuire)



CIAYUMAJAKUNING.ID - Menahan lapar dan haus tidak semata-mata dapat dikatakan diet. Menurut Ahli gizi Universitas Airlangga (UNAIR), Mahmud Aditya Rifqi S Gz M Si, diet pada dasarnya adalah mengatur pola makan. 

Hal itu penting dilakukan untuk memperbaiki status gizi, mengontrol atau menurunkan berat badan. Ada bermacam-macam jenis diet, salah satunya adalah  intermittent fasting.

“Intermittent fasting merupakan metode mengatur pola makan dengan cara berpuasa beberapa waktu. Itu ada polanya. Kita umat muslim menerapkan prinsip diet ini dalam bentuk puasa Ramadan. Jadi dari salah satu metode diet, puasa itu salah satu metode juga dalam mengatur pola makan,” ujar Mahmud, Sabtu (9/4/2022).

Baca Juga: Heboh Sosok Paris Pernandes si Pohon Pisang, Bermula Salam dari Binjai hingga Tanding Lawan Azka Corbuzier

Namun, ahli gizi sekaligus dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR itu menegaskan, terdapat syarat dan ketentuan yang harus dipatuhi jika ingin menjalankan puasa Ramadan sekaligus diet sehat menurunkan berat badan. Yaitu, mengontrol diri saat sahur dan berbuka serta mengatur asupan.

Buka Puasa Bukan Ajang Balas Dendam.

Saat puasa Ramadhan tubuh dilatih untuk mengonsumsi makanan secara teratur yaitu di waktu sahur dan berbuka. Namun jika waktu berbuka dijadikan sebagai ajang balas dendam, yakni dengan mengonsumsi makanan berlebih hingga malam hari maka hal tersebut tidak akan dapat mengurangi lemak dalam tubuh.

Baca Juga: Macan Tutul Rasi Masuk Zona Rimba Hutan Gunung Ciremai

“Kalau puasa lalu malamnya tidak berhenti-henti makan, maka itu tidak akan mencapai tujuan (mengurangi berat badan),” tegas Mahmud.

Mahmud menjelaskan, saat menjalankan ibadah puasa tubuh akan menahan makan dan minum lebih dari dua belas jam dalam sehari. Maka untuk mengatur asupan di waktu sahur dan berbuka sangatlah diperlukan. Terdapat beberapa asupan yang perlu diperhatikan saat menjalankan puasa, yaitu :

Air mineral harus tercukupi selama Ramadan. Sebab saat tidak berpuasa pun manusia membutuhkan setidaknya dua sampai tiga liter dalam sehari.

Baca Juga: Begini Cara Pesan Minyak Goreng Lewat Aplikasi Sapawarga Jawa Barat

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh, Mahmud menyebutkan perlu ditambah dengan mengonsumsi sayur yang berkuah serta  buah yang mengandung banyak air seperti tomat, timun dan lain sebagainya.

Sayur dan buah adalah makanan yang mengenyangkan sekaligus menyehatkan. Kandungan serat dalam makanan dapat membuat tubuh tidak mudah lapar. Namun perlu diingat, saat sahur atau berbuka hindari buah yang memiliki rasa asam. Hal tersebut untuk mengantisipasi rasa tidak nyaman di lambung.

Kandungan karbohidrat dan protein sama pentingnya untuk kesehatan tubuh. Sehingga dua hal tersebut perlu diimbangi asupannya baik saat sahur maupun berbuka.

Baca Juga: Bukit Maneungteung Ajimut Tempat Persembunyian Para Pejuang Melawan Belanda di Cirebon

“Jadi yang salah itu kalau kita sahurnya makan nasi sebanyak banyaknya. Tidak begitu, karena kalau makan nasi sebanyak banyaknya, gula darah kita naik, jam 10  nanti kita (sudah) lapar. Jadi imbangi  asupan karbohidrat, asupan lauk, protein dan sayur sayuran,” ujarnya. ***

Editor: Devteo Mahardika Prakoso

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tips Dosen Unusa Ajarkan Anak Usia Dini Berpuasa

Minggu, 10 April 2022 | 03:30 WIB

Keistimewaan Solat di Bulan Ramadhan

Selasa, 8 Maret 2022 | 17:00 WIB

5 Kandungan Sakti Daun Pegagan Untuk Perawatan Kulit

Senin, 28 Februari 2022 | 06:44 WIB
X