• Senin, 23 Mei 2022

Dukung Indonesia Maju, Warga Jabar Diminta Selesaikan Persoalan Stunting

- Kamis, 12 Mei 2022 | 17:00 WIB
Penandatanganan pengentasan persoalan stunting (Ciayumajakuning.id)
Penandatanganan pengentasan persoalan stunting (Ciayumajakuning.id)

CIAYUMAJAKUNING.ID - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta supaya mulai hari ini, warga di Jawa Barat bisa menghasilkan penduduk yang berkualitas. Acuannya adalah persoalan stunting. Menurutnya, penduduk yang tidak berkualitas adalah anak yang lahir dalam keadaan stunting.

Hal tersebut diungkapkan Ridwan Kamil saat vicon apel siaga tim Pendampingan Keluarga Nusantara Bergerak secara serentak, yang dihadiri Bupati Cirebon beserta beberapa unsur SKPD, bertempat di Pendopo Bupati, Kamis (12/5/2022).

Ia menjelaskan, kenapa stunting menjadi pokok masalah dalam hal melahirkan penduduk yang tidak berkualitas, karena kalau ada anak yang lahir hari ini secara stunting, maka duapuluh atau tigapuluh tahun kedepan akan membebani negara.

Baca Juga: Hoax ! Maruf Amin Salat Jenazah Disertai Rukuk dan Sujud

"Nanti pada tahun 2045 atau bertepatan dengan 100 tahun Indonesia merdeka, kita tidak sampai ke mimpi kita sebagai negara maju. Jadi mulai sekarang kita harus mencegah bayi lahir dalam kondisi stunting," ungkapnya.

Ridwan Kamil menyebutkan, saat ini ekonomi Indonesia terbaik ke-16 di dunia. Nanti 10 tahun lagi rangking 10 dan tahun 2045 rangking empat. Tapi syaratnya, tidak ada penduduk kita yang lahir stunting," ungkapnya.

Ia juga sempat curhat, terkait data masalah penurunan stunting yang ada di Jabar. Selama tiga tahun, ternyata data dari pemerintah pusat yang masih dalam hitungan 24,5 persen dari 33 persen pada awal dia menjabat. Padahal riilnya, pada angka 13 persen dan harusnya menjadi konsumsi publik.

Baca Juga: Tiga Kepala Daerah di Jabar Habis Masa Jabatan, Ridwan Kamil Usulkan Calon PLT

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron meminta agar dinas terkait secepatnya bisa bergerak agar angka stunting yang cukup tinggi, bisa segera ditekan. Bidan setiap desa sebagai pendamping, agar bergerak cepat memberikan pendampingan kepada ibu-ibu hamil, terkait bahaya stunting.

Halaman:

Editor: Devteo Mahardika Prakoso

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X