• Senin, 23 Mei 2022

Antisipasi PMK Pemkot Surabaya Perketat Ternak Sapi

- Rabu, 11 Mei 2022 | 15:05 WIB
ilustrasi hewan ternak. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
ilustrasi hewan ternak. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

CIAYUMAJAKUNING.ID - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya memberlakukan pengetatan pengawasan dan monitoring di lapangan untuk mencegah masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Surabaya.

Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti menyatakan, virus ini telah ditemukan di empat daerah di sekitar Surabaya. Sehingga, pihaknya telah mempunyai langkah-langkah yakni melakukan pengawasan di Rumah Potong Hewan (RPH) dengan para Jagal.

"Ini untuk memastikan bahwa (hewan ternak) yang masuk ke RPH itu memiliki surat keterangan sehat dari daerah asal," kata Antiek, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga: Kesejahteraan Tak Terjamin TKKD Oncog DPRD Kabupaten Cirebon

Selain di RPH, kata Antiek, pengawasan juga dilakukan DKPP Surabaya pada daerah keberangkatan. Termasuk melakukan monitoring kepada setiap hewan ternak yang ada di Surabaya.

Setidaknya, ada sekitar 600 peternak sapi daging dan sapi perah di Surabaya. Sedangkan peternak kambing dan domba ada sekitar 996.

"Yang lebih penting adalah arus masuk hewan ternak yang dari luar Surabaya, khususnya yang dari daerah terjangkit itu sebisa mungkin kita hindari," ujarnya.

Baca Juga: Catat Berikut Sayarat dan Waktu Untuk PPDB di Kota Cirebon Tahun 2022

Kata dia, saat ini DKPP Surabaya sedang menyiapkan Surat Edaran (SE) kepada masyarakat agar turut serta memiliki kepedulian yang sama dalam mencegah masuknya virus PMK.

Halaman:

Editor: Devteo Mahardika Prakoso

Tags

Terkini

X